Rabu, 28 Desember 2016

teman - penghianat



Penghianatan!
Dia berhianat , mereka berhianat padamu…
Hahaha begitu mereka menertawakanmu,  kau bak keledai yang mudah
Mereka bohongi, bak keledai yang mudah mereka  permainkan
Inilah drama kehidupan wahai gadisku
Jika rimba mempunyai  kalimatnya sendiri
Maka kisah ini juga mempunyai aturan sendiri…
Memilih dimakan atau memakan, memilih memainkan atau dipermainkan
Percayalah hanya pada dirimu sendiri, ini hanyalah panggung sandiwara
Gadisku, engkau bukan bodoh nak, lihatlah kaca ini…
Percayalah nak mereka hanya memerankan peran dan pandai-pandailah engkau
Membaca topeng apa yang ia kenakan saat ini.


Entah apa yang saat ini anfa rasakan, puisi ini bukanlah yang sesungguhnya karena sejujurnya tidak ada kata yang pantas tuk aku tulis saat ini untuk melukiskan apa yang sebenarnya yang anfa rasakan, aku tahu ini rasa sebuah penghianatan, rasa pahit ini harus anfa rasakan kembali namun kali ini berbeda mungkin rasanya lebih sakit dari yang lalu, iya rasa pahit saat orang yang anfa anggap kekasihnya meninggalkannya tanpa anfa tahu apa salahnya, dengan mudahnya ia lupakan janji-janjinya pada anfa, kata-kata manisnya ketika mendekati anfa dulu hehe lucu sekali kaum adam itu. Namun kali ini rasa itu bak ilmu matematika yang mengakar disetiap ujungnya bak ilmu biologi yang berkembang ditiap masanya ya Tuhan hukuman apa ini? Pertanyaan konyol seperti itu yang sering anfa ucapkan, bagiku anfa adalah gadis baik, periang, dan penuh semangat juang, ketegarannya sungguh luar biasa ditengah masyarakat yang seperti sekarang ini bagiku dia luar biasa, hanya saja kehidupan yang lebih baik belum berpihak padanya, bagaimana tidak anfa berusaha bangkit dari cerita masa lalunya yang menyakitkan dan kelam tentang cinta, padahal dari sebagian kita menganggap bahwa cinta adalah kehidupan dunia tapi bagi anfa cinta tak lebih dari kata manis yang berujung derita. Tapi aku tak lelah mengatakan padanya cinta itu ada hanya saja cinta sejati belum menampakkan diri padamu percayalah. ~tobecontinue~

… namun anfa bukanlah anak kecil lagi yang mudah dipaksa untuk membuka hatinya kembali begitu saja, sekali lagi aku harus paham dan mengerti mereka telah membuat cinta anfa yang tulus pecah begitu saja dan hancur begitu saja seakan tak berharga sama sekali, cinta pertama anfa begitu memiluhkan laki-laki yang anfa cintai yang ia naggap sebagi malaikat dunianya itu  pergi meninggalkannya cinta yang mereka pertahankan hampir lima tahun berakhir begitu saja, laki-laki itu memilih untuk menikahi wanita lain dan mengakhiri cintanya dengan anfa begitu saja laki-laki itu mencampakkannya. Betapa menderitanya anfa saat itu seakan ia tak ingin hidup lagi, saat anfa tak dapat meraih impiannya dan saat yang bersamaan pula cinta meninggalkannya karena pada lelaki itulah anfa pertama mengenal apa itu perhatian apa itu kasih sayang yang selama ini kurang ia dapatkan dari orang-orang terdekatnya, bahkan ayahnya sendiri. Butuh waktu yang lama untuk ia menyembuhkan lukanya dan sepanjang waktu itu berbagai macam cinta laki-laki ia temui namun ia hanya cinta sahabat dan teman-teman yang ia temukan yang ia percaya, sepanjang perjalanannya untuk kembali move on adalah ia kembali mencari teman dan sahabat yang selama ini sering ia abaikan ia merenungkan semua hal bodoh yang ia lakukan pada sahabatnya dan bahkan pada keluargannya sendiri berbagi hal setelah itu membuat dia belajar banyak hal, ia lebih memprioritaskan keluarganya lebih dekat pada sahabat-sahabatnya dan lebih banyak lagi mencari teman-teman baru dalam hidupnya, dia menemukan banyak teman baik dalam hidupnya teman baik selama ia di kampus, kelas dan bahkan dalam organisasi mahasiswa yang sekarang ia jalani, namun entah apa yang terjadi ku liahat belakangan ini kulihat ia lebih sering murung dan menulis status di media sosialnya dengan bahasa yang menyedihkan dan lebih untuk mengundang perhatian.
          Status yang menurutku ditujukan untuk sahabat dan teman-teman terdekatnya, penghianat,penghianat,menyakitkan sungguh ini terasa sakit untuk aku rasakan sendiri. Andai kalian tahu betapa aku mempercayai kalian seperti aku mempercayai diriku sendiri, selama ini aku lakukan banyak hal untuk kalian sekalipun ragaku menolak namun tak sampai hati untuk mulut ini berkata tidak pada kalin, tak sampai mulut ini untuk berkata lelah kakiku ini, tak sampai mulut ini untuk mengatakan kegiatan mengajar dan kuliah hari ini membuatku letih dan maaf aku tidak bisa mengantarkanmu ke blaa blaa dan blaa blaa. Cinta sahabat dan teman-teman terdekatnyalah yang ia percaya untuk saat ini namun apa jadinya jika teman terbaik itu tak lagi bisa untuk dipercaya, pasti sakit rasanya. Orang yang benar-benar ia percaya sudah membuatnya kecewa dan orang itu masih bisa bertanya kenapa setelah apa yang ia rahasiakan selama ini.
Tak banyak yang bisa aku lakukan untuknya, hanya doa yang bisa aku panjatkan pada sang penguasa siang dan malam, bukalah hatinya jadikanlah ia gadis periang yang menyenangkan seperti sebelum sekarang, sebelum masalah ini datang. Baikanlah hidupnya buatlah ia percaya kembali pada cinta wahai engkau yang mempunyai Dzat cinta yang agung, dekatkan lah ia pada cinta-cinta terbaik yang murni dan tulus. Amin…
Kemablikanlah senyum manis yang membuat pipinya kembali mengembang bak roti pabrik sebelah J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar