Dia berhianat , mereka berhianat
padamu…
Hahaha begitu mereka
menertawakanmu, kau bak keledai yang
mudah
Mereka bohongi, bak keledai yang
mudah mereka permainkan
Inilah drama kehidupan wahai
gadisku
Jika rimba mempunyai kalimatnya sendiri
Maka kisah ini juga mempunyai
aturan sendiri…
Memilih dimakan atau memakan,
memilih memainkan atau dipermainkan
Percayalah hanya pada dirimu
sendiri, ini hanyalah panggung sandiwara
Gadisku, engkau bukan bodoh nak,
lihatlah kaca ini…
Percayalah nak mereka hanya
memerankan peran dan pandai-pandailah engkau
Membaca topeng apa yang ia
kenakan saat ini.
Entah
apa yang saat ini anfa rasakan, puisi ini bukanlah yang sesungguhnya karena
sejujurnya tidak ada kata yang pantas tuk aku tulis saat ini untuk melukiskan
apa yang sebenarnya yang anfa rasakan, aku tahu ini rasa sebuah penghianatan,
rasa pahit ini harus anfa rasakan kembali namun kali ini berbeda mungkin
rasanya lebih sakit dari yang lalu, iya rasa pahit saat orang yang anfa anggap
kekasihnya meninggalkannya tanpa anfa tahu apa salahnya, dengan mudahnya ia
lupakan janji-janjinya pada anfa, kata-kata manisnya ketika mendekati anfa dulu
hehe lucu sekali kaum adam itu. Namun kali ini rasa itu bak ilmu matematika
yang mengakar disetiap ujungnya bak ilmu biologi yang berkembang ditiap masanya
ya Tuhan hukuman apa ini? Pertanyaan konyol seperti itu yang sering anfa
ucapkan, bagiku anfa adalah gadis baik, periang, dan penuh semangat juang,
ketegarannya sungguh luar biasa ditengah masyarakat yang seperti sekarang ini
bagiku dia luar biasa, hanya saja kehidupan yang lebih baik belum berpihak
padanya, bagaimana tidak anfa berusaha bangkit dari cerita masa lalunya yang
menyakitkan dan kelam tentang cinta, padahal dari sebagian kita menganggap
bahwa cinta adalah kehidupan dunia tapi bagi anfa cinta tak lebih dari kata
manis yang berujung derita. Tapi aku tak lelah mengatakan padanya cinta itu ada
hanya saja cinta sejati belum menampakkan diri padamu percayalah.
~tobecontinue~
… namun
anfa bukanlah anak kecil lagi yang mudah dipaksa untuk membuka hatinya kembali
begitu saja, sekali lagi aku harus paham dan mengerti mereka telah membuat
cinta anfa yang tulus pecah begitu saja dan hancur begitu saja seakan tak
berharga sama sekali, cinta pertama anfa begitu memiluhkan laki-laki yang anfa
cintai yang ia naggap sebagi malaikat dunianya itu pergi meninggalkannya cinta yang mereka
pertahankan hampir lima tahun berakhir begitu saja, laki-laki itu memilih untuk
menikahi wanita lain dan mengakhiri cintanya dengan anfa begitu saja laki-laki
itu mencampakkannya. Betapa menderitanya anfa saat itu seakan ia tak ingin
hidup lagi, saat anfa tak dapat meraih impiannya dan saat yang bersamaan pula
cinta meninggalkannya karena pada lelaki itulah anfa pertama mengenal apa itu
perhatian apa itu kasih sayang yang selama ini kurang ia dapatkan dari
orang-orang terdekatnya, bahkan ayahnya sendiri. Butuh waktu yang lama untuk ia
menyembuhkan lukanya dan sepanjang waktu itu berbagai macam cinta laki-laki ia
temui namun ia hanya cinta sahabat dan teman-teman yang ia temukan yang ia
percaya, sepanjang perjalanannya untuk kembali move on adalah ia kembali
mencari teman dan sahabat yang selama ini sering ia abaikan ia merenungkan
semua hal bodoh yang ia lakukan pada sahabatnya dan bahkan pada keluargannya
sendiri berbagi hal setelah itu membuat dia belajar banyak hal, ia lebih
memprioritaskan keluarganya lebih dekat pada sahabat-sahabatnya dan lebih
banyak lagi mencari teman-teman baru dalam hidupnya, dia menemukan banyak teman
baik dalam hidupnya teman baik selama ia di kampus, kelas dan bahkan dalam
organisasi mahasiswa yang sekarang ia jalani, namun entah apa yang terjadi ku
liahat belakangan ini kulihat ia lebih sering murung dan menulis status di
media sosialnya dengan bahasa yang menyedihkan dan lebih untuk mengundang
perhatian.
Status yang menurutku ditujukan untuk
sahabat dan teman-teman terdekatnya, penghianat,penghianat,menyakitkan sungguh
ini terasa sakit untuk aku rasakan sendiri. Andai kalian tahu betapa aku
mempercayai kalian seperti aku mempercayai diriku sendiri, selama ini aku
lakukan banyak hal untuk kalian sekalipun ragaku menolak namun tak sampai hati
untuk mulut ini berkata tidak pada kalin, tak sampai mulut ini untuk berkata
lelah kakiku ini, tak sampai mulut ini untuk mengatakan kegiatan mengajar dan
kuliah hari ini membuatku letih dan maaf aku tidak bisa mengantarkanmu ke blaa
blaa dan blaa blaa. Cinta sahabat dan teman-teman terdekatnyalah yang ia
percaya untuk saat ini namun apa jadinya jika teman terbaik itu tak lagi bisa
untuk dipercaya, pasti sakit rasanya. Orang yang benar-benar ia percaya sudah
membuatnya kecewa dan orang itu masih bisa bertanya kenapa setelah apa yang ia
rahasiakan selama ini.
Tak
banyak yang bisa aku lakukan untuknya, hanya doa yang bisa aku panjatkan pada
sang penguasa siang dan malam, bukalah hatinya jadikanlah ia gadis periang yang
menyenangkan seperti sebelum sekarang, sebelum masalah ini datang. Baikanlah
hidupnya buatlah ia percaya kembali pada cinta wahai engkau yang mempunyai Dzat
cinta yang agung, dekatkan lah ia pada cinta-cinta terbaik yang murni dan
tulus. Amin…
Kemablikanlah senyum manis yang
membuat pipinya kembali mengembang bak roti pabrik sebelah J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar